Alhamdulillah...
sukur pada-Mu Illahi Rabbi
mempertemukan kembali sang waktu pada bulan suci ini
bulan penuh rahmat datang kembali
semesta alam tersenyum lagi
cahaya kasih sayang Kau tebarkan pada hamba-Mu yang mau mengharap
tigapuluh hari menahan nafsu
tigapuluh hari mencari ridho-Mu
mengharap mendapat surga dari-Mu
berlomba-lomba memperbaiki kesalahan diri
menghapus dengki di hati
setiap langkah hembusan kebaikan Kau lipat gandakan
semua pahala Kau tebarkan
hanya untuk kami hamba-hamba Mu
terima kasih pada-Mu Illahi Rabbi
atas segala waktu
yang masih kau berikan pada hamba-hamba Mu
tunjukilah jalan kami ya Rabbi
Selasa, 10 Agustus 2010
Senin, 02 Agustus 2010
peluh keadilan
Masih saja ada
manusia pencari keadilan diabad canggih ini
padahal hukum telah tertata rapi
meja hijau pun ada tuk mengadili
Lantas
Dimanakah letak keadilan sekarang ini??
tujuh belas tahu silam anaknya tewas
tertabrak oleh seorang yang berpangkat
Tapi sayang
palu meja hijau tak berpihak padanya
apa karna mereka rakyat kecil??
sehingga tak pantas mendapatkan perlakuan hukum yang sama??
ataukah karna hukum yang tunduk pada manusia berpangkat??
pak tua lelah perkataannya sudah tak digubris lagi
kini dia mencoba beraksi
menembus pagar besi istana
puluhan kilometer jarak dilalui
sudah tak perduli lagi akan dirinya
dia tahan peluh
dia tahan lepuh
kaki tuanya begitu tegap melangkah
raut mukanya begitu bersemangat untuk segera menghabiskan jalan merengkuh keadilan
Tapi??
akankah keadilan berpihak padanya??
Atau??
Entahlah...
Semoga peluh keadilan pak tua tak sia-sia
manusia pencari keadilan diabad canggih ini
padahal hukum telah tertata rapi
meja hijau pun ada tuk mengadili
Lantas
Dimanakah letak keadilan sekarang ini??
tujuh belas tahu silam anaknya tewas
tertabrak oleh seorang yang berpangkat
Tapi sayang
palu meja hijau tak berpihak padanya
apa karna mereka rakyat kecil??
sehingga tak pantas mendapatkan perlakuan hukum yang sama??
ataukah karna hukum yang tunduk pada manusia berpangkat??
pak tua lelah perkataannya sudah tak digubris lagi
kini dia mencoba beraksi
menembus pagar besi istana
puluhan kilometer jarak dilalui
sudah tak perduli lagi akan dirinya
dia tahan peluh
dia tahan lepuh
kaki tuanya begitu tegap melangkah
raut mukanya begitu bersemangat untuk segera menghabiskan jalan merengkuh keadilan
Tapi??
akankah keadilan berpihak padanya??
Atau??
Entahlah...
Semoga peluh keadilan pak tua tak sia-sia
Langganan:
Postingan (Atom)